10 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Menulis Jurnal Ilmiah Beserta Panduan Terbaiknya

10 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Menulis Jurnal
10 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Menulis Jurnal

Green Publisher – Menulis jurnal ilmiah bukanlah hal yang sederhana. Banyak pertanyaan yang sering muncul dari para pemula tentang menulis jurnal ilmiah. Dalam artikel ini kami akan menjawab dan memberikan solusi tentang pertanyaan seputar publikasi jurnal ilmiah.

Menulis jurnal penelitian adalah pekerjaan yang menantang bagi kebanyakan dari kita. Dimulai dari membuat konsep jurnal, memecahnya menjadi bagian-bagiannya, dan akhirnya, merujuk ke banyak jurnal dan buku lain untuk membuat jurnal Anda sendiri, itu sulit untuk kebanyakan orang.

Namun, Apa yang tidak mungkin! Berikut ini adalah pertanyaan beserta panduan langkah demi langkah tentang bagaimana Anda dapat membuat jurnal penelitian Anda menjadi bacaan yang baik dan bermutu.

Baca Juga: Cara Menulis Tesis dengan Mudah,Cepat dan Tepat Panduan Terlengkap

Apa hal terbaik dari ide saya dan informasi dari luar sumber?

Ingatlah bahwa makalah penelitian tersebut menyandang nama Anda sebagai penulis; oleh karena itu, mayoritas ide, argumen, dan gaya harus menjadi milik Anda sendiri. Aturan praktis yang baik tidak lebih dari sepertiga kertas harus dikaitkan dengan sumber luar.

Kapan saya harus mengutip sebuah sumber?

Akui sumber Anda saat Anda menggunakan: kutipan langsung, statistik, ide orang lain, fakta konkret, informasi dari internet, ilustrasi, foto atau bagan (bukan milik Anda sendiri) atau informasi tidak umum diketahui.

Catatan: Pengetahuan umum dianggap sebagai fakta yang dapat ditemukan di sejumlah umum sumber daya, seperti tanggal Perang Saudara, tanggal lahir Beethoven, atau bahan kimia komposisi natrium klorida.

Apa itu plagiarisme?

Plagiarisme adalah penggunaan kata atau ide orang lain secara sengaja tanpa atribusi. Jika ragu, kutip sumber Anda.

Untuk menghindari plagiarisme:

  • Selalu menghargai fakta, kutipan, dan opini yang bukan merupakan pengetahuan umum, bahkan ketika diungkapkan dengan kata-katamu sendiri.
  • Selalu beri penghargaan saat Anda menggunakan kata-kata orang lain, bahkan frasa. Gunakan kutipan tanda.
  • Tulis draf pertama Anda dengan catatan dan buku ditutup. Jangan bolak-balik ide dan sumber Anda.

Baca Juga: 15 Tips Menulis Buku Panduan lengkap A-Z Mudah Sampai Terbit

Apakah lebih baik mengutip sumber secara langsung atau memparafrasekan?

Kecuali jika sumber mengungkapkan ide dalam bahasa yang sangat mudah diingat atau relevan, yang terbaik adalah memparafrasekan ide dan mengutip penulisnya.

Ingat, jurnal Anda adalah gambaran tulisan dan karya Anda.

Bagaimana cara mengintegrasikan sumber lain ke dalam makalah saya?

Kutipan langsung harus didahului dengan pengantar singkat. Identifikasi penulis dan sumbernya informasi.

Contoh: Esai Mike Rose “The Language of Exclusion” mencatat, “Kursus menulis memiliki posisi yang sangat aneh dalam kurikulum Amerika,”

Contoh: Profesor bahasa Inggris, Mike Rose, mengajukan pertanyaan ini: “Tapi mungkin bukan kesulitan ini. Penulis menyarankan perlunya kemungkinan perubahan yang luas dalam kurikulum juga perubahan yang menjadi perhatian universitas? “

Contoh: Peneliti komposisi, Mike Rose, tidak percaya pada “mitos kefanaan”.

Bagaimana jika saya meminjam hanya beberapa kata?

Aturan praktisnya adalah bahwa tanda kutip diperlukan setelah Anda menggunakan tiga atau lebih signifikan, kata-kata berurutan dari sumber Anda. (Jangan menghitung dan,, atau, dll.)

Artikel Terkait : Cara Submit Jurnal Nasional

Seberapa sering saya memberikan kutipan?

Jika banyak fakta dari satu sumber terkandung dalam satu paragraf, gunakan satu kutipan untuk semuanya setelahnya fakta atau ide terakhir. Pada awalnya, gunakan frasa untuk memberi sinyal kepada pembaca bahwa Anda menggunakan sebuah sumber, seperti “menurut…” Kutipan harus dalam paragraf yang sama dengan sumbernya.

Baca Juga: Tips Publikasi Jurnal Internasional Mudah Banget

Apa yang harus saya lakukan dengan judul?

Menggarisbawahi atau memiringkan judul buku, terbitan berkala (majalah), jurnal, drama, film, dan program televisi. Gunakan tanda kutip untuk judul puisi, esai, lagu, dan drama satu babak.

Catatan: Judul esai Anda tidak boleh menggunakan tanda kutip.

Bagaimana cara menggunakan nama penulis dalam karya ilmiah saya?

Gunakan nama lengkap penulis saat pertama kali Anda menyebutkannya. Setelah itu, gunakan nama lengkap atau nama belakang hanya nama – tidak pernah hanya nama depan.

Apakah salah menulis “dalam kutipan ini, penulis …”?

Frasa ini menunjukkan bahwa sumber Anda mengutip dari orang lain. Kata kutipan adalah kata kerja; kutipan adalah kata benda. Saat Anda menggunakan tanda kutip, Anda mengakui bahwa bahasanya adalah dipinjam; menggunakan frase seperti “dalam kutipan ini” atau “kutipan” adalah hal yang kurang baik dan sebaiknya dihindari.

Jika Anda sudah melakukan langkah-langkah tersebut, namun masih ada keraguan atau kebingungan, Anda bisa berkonsultasi dengan editor kami di Green Publisher.

Jika Anda ingin menerbitkan atau membuat jurnal berkualtas dengan cepat dan tanpa ribet, silahkan klik tautan ini.